HARUS LULUS!
“Aku harus lulus!”
Kalimat tersebut sering diteriakkan siswa kelas 9 MTs N Semanu Gunungkidul. Itu paling tidak dua bulan sebelum memasuki UN. Kesempatan upacara, Pembina mengajak menerikkan yel-yel dambaan tersebut. Setelah sholat, mengawali pelajaran, mengakhiri pelajaran. Pokoknya hanpir tiap kesempatan siswa kelas 9 menerikkannya.
“Agar lulus, apa yang harus kamu lakukan?”, tanya seorang guru pembina.
“Belajar!”, jawabnya dengan tegas dan serempak.
“Sudahkah kamu aktif belajar?”
“Belum!”, jawab para siswa tanpa beban,
“Selain belajar, apa yang harus kamu lakukan?”
“Berdoa”!
“Bagus, kamu harus selalu berdoa. Agar kamu diberi kemudahan belajar. Siapa yang tadi pagi sholat subuh? Silakan tunjuk jari!”
Pembina sangat kaget, dari 155 siswa yang ditaynya, tidak sampai 50 siswa mengangkat tangan asebagai tanda bahwa pagi tadi mereka sholat subuh. Luar biasa. Dengan nada keheranan pembina melanjutkan cengkeramanya dengan calon peserta ujian.
“Anak-ankkku, yang punya lulus itu Allah. Jika kamu minta lulus pasti dikabulkan. Tetapi ada syarat yang harus dipenuhi: kamu harus belajar giat dan minta kepada Allah. Cara meminta, harus dengan sabar dan sholat. Mulailah, Nak dari sekarang. Jangan tunda lagi . Masih ada kesempatan”.
Pembina seakan tidak akan berhenti menasihati. Pembina bingung, dengan cara apa lagi dapat memotivasi paa siswanya untuk siap lulus.
Inikah yang terjadi di marasah atau sekolah lain?
Jika benar, sungguh memprihatinkan.
April 6, 2010